1 Comment

IMG_8627

Leave a comment

Yummy!

Yummy!

Yes, I just want to make your stomach hungry.

6 Comments

Saga Light Fantasy

Di awal bulan November, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengujungi Kota Saga, Jepang. Kotanya sangat menyenangkan. Fasilitas umumnya lengkap, bersih, dan tidak terlalu ramai. Singkat kata, ini adalah kota yang ideal untuk belajar. Seperti kota lain di Jepang, Saga juga mengadakan kegiatan Festival Cahaya (Light Festival) untuk menyambut musim dingin. Tulisan ini akan memperlihatkan beberapa cuplikan mengenai suasana festival tersebut di Kota Saga.

Pohon-pohon yang ada di tepi jalan utama dihiasi dengan lampu bewarna-warni.  Warna yang paling dominan ialah warna putih, kuning, dan biru. Karena kondisi yang gelap, sulit sekali mendapatkan foto yang tidak blur. Parahnya, tripod tidak tersedia. Yah, terpaksa mencari sandaran agar tangan bisa stabil memegang kamera.

Beberapa foto yang diambil dari bagian bawah pohon. Sedikit mengingatkan pada adegan di The Lord of the Ring.

Mungkin karena waktunya yang mendekati perayaan Natal, hiasan bertama lonceng dan bintang juga sering terlihat.

Tidak hanya pepohonan, gedung-gedung pertokoan juga dihiasi dengan lampu.

Entah berapa banyak pasangan yang berpose di depan lampu yang satu ini :mrgreen:

Rasanya benar-benar ingin menikmati suasanan Lightfantasy di Saga lebih lama, apalagi masih banyak titik taman yang belum saya kunjungi. Namun, sayangnya masih ada presentasi yang harus disiapkan. Semoga masih diberi kesempatan untuk pergi ke sana lagi. Amin.

 

1 Comment

Sistem Referensi WGS84

Setiap lokasi di permukaan Bumi dapat dipetakan dengan sistem referensi geografis. Terdapat beberapa standar sistem referensi geografis yang digunakan di dunia, Salah satu yang sering digunakan ialah World Geodetic System 1984 (WGS84). WGS84 menganggap Bumi sebagai sebuah objek spheroid yang ditentukan berdasarkan pengamatan satelit di orbit Bumi. Major axis WGS84 berukuran 6 378 137.0 meter dan minor axis sebesar 6 356 752.3 meter (Chang 2002). Versi sebelumnya dari WGS84 ialah WGS 72, WGS 66, dan WGS 60.

WGS84 merupakan sistem referensi yang digunakan oleh global positioning systems (GPS). Oleh karena itu, hampir seluruh smartphone yang memiliki perangkat GPS, seperti Android dan Windows Phone, menggunakan WGS84 sebagai sistem referensi.

Daftar Pustaka

Chang K. 2002. Introduction to Geographic Information Systems. Boston:McGraw Hill.

Leave a comment

Instalasi Pengaya pada Quantum GIS 1.8.0 Lisboa

Quantum GIS mendukung penggunaan pengaya. Pengguna dapat menggunakan, bahkan mengembangkan, pengaya untuk menambah fungsionalitas aplikasi yang sudah ada. Beberapa pengaya yang sering dikenal antara lain ialah ftools yang merupakan perangkat analisis dan manajemen data spasial serta manageR yang memperkaya Quantum GIS dengan fungsi-fungsi statistik. Tulisan kali ini mengulas cara instalasi pengaya pada Quantum GIS 1.8.0 Lisboa. Agar pengaya dapat terpasang, komputer harus terhubung dengan internet.

Untuk memasang pengaya terbaru, pada Quantum GIS pilih Plugin -> Fetch Python Plugins… Quantum GIS kemudian akan mengambil daftar pengaya yang tersedia dari repositori pengaya. Setelah daftar diambil, Quantum GIS akan menampilkan nama pengaya, deskripsi, pengembang, dan repositori tempat pengaya tersebut berada (Gambar 1). Salah satu repositori yang digunakan ialah QGIS Official Repository yang dikelola langsung oleh pihak pengembang Quantum GIS.

Gambar 1  Daftar pengaya yang dapat dipasang pada Quantum GIS.

Sebagai contoh, misalnya kita ingin menginstalasi pengaya PostGIS Manager. Yang harus dilakukan ialah mengetikkan nama pengaya tersebut di kotak teks Filter. Secara otomatis, Quantum GIS akan menampilkan pengaya yang namanya sesuai dengan kata kunci yang kita ketikkan (Gambar 2).

Gambar 2  Hasil pencarian pengaya.

Setelah pengaya ditemukan, langkah selanjutnya ialah memilih pengaya tersebut. Kemudian, tombol Install/upgrade plugin akan aktif. Tekan tombol tersebut untuk memulai proses instalasi pengaya PostGIS Manager. Pastikan kembali komputer terhubung dengan internet. Setelah seluruh berkas diunduh, Quantum GIS akan menampilkan pesan bahwa pengaya telah berhasil dipasang (Gambar 3).

Gambar 3  Pesan bahwa pengaya berhasil dipasang.

Pengaya yang telah dipasang dapat digunakan dengan memilih menu Plugins(Gambar 4).

Gambar 4  Pengaya yang telah terpasang.

Sekian. Semoga tulisan ini bermanfaat.

2 Comments

Membuat Passport

Pada hari Kamis kemarin, saya mencoba untuk membuat passport di Kantor Imigrasi Kota Bogor. Niat awalnya sih mendaftar secara online. Sayangnya, email konfirmasinya tidak kunjung datang walaupun telah ditunggu seharian :(. Terpaksa menyeret kaki ke Kantor Imigrasi.

Walaupun datang pukul delapan lewat, ternyata Kantor Imigrasi sudah sangat padat. Nyaris seluruh kursi telah terisi. Untungnya, papan informasi mengenai proses pembuatan passport terpampang di berbagai tempat. Satu hal yang perlu diperhatikan ialah seluruh fotokopi kelengkapan passport (KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Ijazah) harus dalam ukuran kertas A4. Naasnya, tempat fotokopi yang saya datangi sebelum pergi ke Imigrasi memfotokopi kelengkapan saya dalam kertas F4 -___-.

Semoga proses selanjutnya lancar. Masih ada tahap wawancara, foto, dan makan-makan

1 Comment

Using Ugly Fonts in Educational Materials?

In school or college, we frequently spotted a improper use of fonts in education materials, mostly the slideshow. A rainbow colored text and a very small text is just a few case that make us suffers. Although many of those mistake is unforgivable, in some case, the improper use of fonts can increase our understanding

Diemand-Yauman et al. (2011) concluded that: “information in hard-to-read fonts was better remembered than easier to read information in a controlled laboratory settings”. Twenty eight participants were asked to study the anatomy of fictional aliens, some get a study material in a easy-to-read fonts (fluent materials), while the others get a hard-to-read fonts (influent materials). After they read the material for 90 s and do some meaningless things for 15 minutes, the participants is tested. The result is participants with a fluent materials can answer 72.8% of the questions, while the participants with a disfluent materials can answer 86.5%.

To prove the hypothesis in uncontrolled condition, Diemand-Yauman et al. (2011) change the font of reading materials in high school – the power points, the handouts, and the worksheets – into Monotype Corsiva, Comic Sans Italicized, and Haettenshweiler. And the result is the students in the disfluent condition is performed better than the students in the fluent condition. As the researchers says:

This study demonstrated that student retention of material across a wide range of subjects (science and humanities classes) and difficulty levels (regular, Honors and Advanced Placement) can be significantly improved in naturalistic settings by presenting reading material in a format that is slightly harder to read (Diemand-Yauman et al. 2011).

Also…

The potential for improving educational practices through cognitive interventions is immense. If a simple change of font can significantly increase student performance, one can only imagine the number of beneficial cognitive interventions waiting to be discovered. Fluency demonstrates how we have the potential to make big improvements in the performance of our students and education system as a whole (Diemand-Yauman et al. 2011).

Wingdings… Let’s use Wingdings…

Sadly, Diemand-Yauman et al. (2011) also stated that: “It is important to ascertain the point at which material is no longer disfluent, but instead illegible, or otherwise unnecessarily difficult to the point that it hinders learning.” So, i cannot use Wingdings in my materials :(.

Anyway, I will try to discuss this in the next HCI class.

Source:

Diemand-Yauman C, Oppenheimer DM, Vaughan EB. 2011. Fortune favors the bold and italicized: effects of disfluency on educational outcomes. Cognition 118(1):111-115.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.