22
Sep
08

Mendua..

Belakangan ini pasti banyak sekali orang yang kesal dan marah kepada saya. Kenapa? Padahal saya manusia yang cinta damai (yang namanya damai jangan GR)? Ooo.. Usut punya usut ternyata mereka sedikit kesal karena saya sedang mendua. Hah? Mendua sama siapa? Status aja masih single..

Yang saya maksud dengan mendua di atas itu adalah saya mempunyai dua nomor handphone sekarang. Yang satu dari operator berelemen api sedangkan yang satunya berelemen daun. Alasannya sih sederhana : operator berelemen api agak mahal untuk SMS-an ke lain operator dan banyak rekan sejawat yang memakai operator berelemen daun. Karenanya saya memutuskan untuk berubah-ubah elemen dengan tetap menggunakan satu HP (ingin sih punya HP dual SIM Card..)

Ya seperti mendua yang sebenarnya, mendua model ini juga memiliki resiko. Yang paling terasa adalah sulitnya menghubungi saya. Kalau urusannya tidak terlalu gawat sih tidak masalah, yang masalah kalau urusannya penting dan mendadak. Nah, yang terakhir ini sering terjadi belakangan ini. Maaf ya.. SMS yang masuk pagi hari baru bisa saya respon malamnya. Jadi tidak enak juga kepada beberapa oknum yang harus mengirimkan SMS yang sama ke dua nomor sekaligus. Resiko lainnya adalah, saya harus sering berganti kartu sekedar mengecek SMS yang masuk. Lumayan repot juga kalau setiap dua jam saya harus membongkar HP Nokia 6070 saya untuk mengganti SIM card..

Itu resikonya. Lalu keuntungannya? Saya sendiri belum merasakan keuntungannya.

Tapi sepertinya keadaan ini masih akan berlanjut sampai dua bulan ke depan. Mau bagaimana lagi, nomor yang lama bagus sih. Selain itu masih banyak orang yang belum mengetahui nomor saya yang baru. Maklum habis pulsa, jadi belum sempat menginformasikan secara masal.

So, kalau mau menghubungi saya, mendingan lewat e-mail. Heheheh… Tapi jangan deh. Soalnya saya punya banyak e-mail. Lebih baik kirim lewat pak pos saja. Eh, tapi lewat pak pos lama sampainya ya? Kalau gitu lewat Private Massage forum IPB atau lewat blog ini saja deh.

Tuh, jadi bingung kan mau menghubungi saya lewat mana?

Tertawalah, karena seisi dunia akan tertawa bersamamu;jangan bersedih, karena kau hanya akan bersedih sendirian.


8 Tanggapan ke “Mendua..”


  1. September 22, 2008 pukul 4:40 pm

    beli hape satu lagi…insyallah masalah bakal selesai…
    btw emang bener sih, sampai2 anto bilang, klo mau sms auzi miscall dulu.. hehe.. :mrgreen:

  2. September 22, 2008 pukul 4:57 pm

    @aziz : itu salah satu solusi.. hihi.. belum ada duit nih…

  3. September 22, 2008 pukul 9:05 pm

    he..he…
    repot juga, ya…

    Konsisten aja ama satu provider…biar gak ngerepotin semua pihak dan tidak merasa terbebani…Lagian kasin juga ama tuh hape bongkas pasang melulu… :D

  4. September 23, 2008 pukul 8:11 am

    Ganti pake yang dual-on, yang merek asia timur, kan lebih murah tuh. Kualitas itu nomer 127, yang penting fungsional. Halah.

  5. September 23, 2008 pukul 8:16 am

    makanya zi, hapenya yang satu drop ke saya saja, halah… *ditabok auzi*

  6. 6 iip
    September 23, 2008 pukul 8:36 am

    blog-nya bogor banget.
    jangan2 pernah ketemu di jalan nih…

    salam kenal:)

  7. September 23, 2008 pukul 10:30 am

    @syelviapoe3 : ya ini lagi memilih mana yang lebih baik..
    @abrari : duitnya?
    @ahsani taqwiem : hapenya cuma satu bang.. he..he..
    @iip : salam kenal juga.. siapa tau kita pernah ketemu di jalan..

  8. 8 visakana
    September 23, 2008 pukul 12:40 pm

    untung cuma punya satu…


Tinggalkan Balasan




Lesson of the day…

Ketika kita medapatkan sesuatu, kita harus mengorbankan sesuatu. Ketika kita mengorbankan satu hal, kita akan mendapatkan satu hal yang lain. Pilihan ada di tangan kita, untuk menyesal, atau bersyukur..

Me@Twitter

 

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Blog Stats

  • 22,636 hits

Flickr Photos

Shillouette

Ready to go Home

FrontofStand

More Photos

RSS Planet IPB

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Pagerank-ku

hit counter Orang Iseng
Indonesians’ Beautiful Sharing Network