Daripada blog ini menjadi hambar karena tak terurus, kayaknya lebih asyik diisi tulisan tentang kisah Jurnalistik Trip
. Kejadiannya terjadi pada tanggal 13 Oktober kemarin, tepat sebulan sebelum acara Pesta Sains 2009 (glup…). Karena udah mumet sama yang namanya kuliah, praktikum, dan kepanitiaan, ditambah janji sama ketua panitia JTnya, ya sudah saya meliburkan diri selama satu hari dari semua hal yang tersebut di premis pertama kalimat ini. (panjang amat kalimatnya
)
Depan Bank BNI Dramaga, 06.30 WIB
Standarlah, peserta disuruh berkumpul pukul setengah tujuh pagi untuk menghindari kemacetan. Maklum, hari itu banyak mahasiswa IPB yang diwisuda. Tadinya saya sudah meniatkan untuk ikut wisuda hari itu. Sayang wisuda saya harus saya tunda dua tahun karena ikut Jurnalistik Trip
. Sambil menunggu bis berangkat, saya keliling bara mencari baterai kamera. Sayang tidak ketemu T_T. Terpaksa harus puas dengan dua baterai charge, yang cuma di-charge delapan jam, dan dua baterai alkaline.
Suatu tempat di Jakarta, 09.00 WIB
Maklum saya orang ndeso yang jarang ke Ibukota. Walaupun sudah bernafas selama dua puluh tahun, masih saja katrok melihat gedung-gedung tinggi yang terbuat dari kaca. Dan tentu saja, Jakarta sempat menyambut kami dengan kemacetannya yang terkenal itu
Studio RCTI, pukul 09.30
Akhirnya sampai juga di studio RCTI di Kebun Jeruk. Setelah turun dari bis, peserta langsung menuju toilet ruang persentasi RCTI untuk briefing denganpihak RCTI. Seperti biasa, pihak RCTI memberikan sambutan dan penjelasan singkat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam studio. Untungnya, kamera boleh digunaka (:mrgreen:), namun tanpa memakai mode blitz jika sedang on air. *siapin baterai kamera*. Selesai persentasi, langsung menuju ke studio tempat acara Dashyat disiarkan.
Tepat pukul sepuluh, lima puluh makhluk berbaju putih pun muncul di acara Dashyat. Saya sendiri lebih memfokuskan
perhatian ke bagian staff penyiaran. Ketika yang lain sedang memperhatikan bintang tamu yang sedang beraksi, saya malah memperhatikan Mas Kameraman yang beraksi dengan kamera yang besar. Ga kebayang berapa harganya
Selain kameranya, layar besar yang menjadi latar belakang acara Dashyat juga sempat membuat penasaran. Ukuran pixel-nya 50 kali lebih besar dari monitor CRT biasa. Ga kebayang juga nih berapa harganya. Kayaknya jual satu monitor itu bisa nutupin dana Programming Competition nih
Setelah selesai acara on air, pihak RCTI memberikan tur singkat ke fasilitas yang ada di sana. Dari ruangan broadcasting, studio berita, dan banyak tempat lainnya yang saya lupa namanya.
Setelah selesai tur, peserta dikumpulkan kembali ke ruang presentasi untuk sesi tanya jawab. Saya mengajukan pertanyaan yang selama ini nyangkut di kepala, “RCTI telah tayang selama 20 tahun, apakah RCTI menyimpan semua rekaman siaran selama 20 tahun tersebut?”. Dan jawabannya adalah Ya.. Widih.. Databasenya lebih mantap dari Indowebster nih kayaknya
Setelah sesi tanya jawab selesai, kami pun kembali ke bis untuk shalat dan makan. Setelah itu, kami pun bertolak ke Depkominfo. Tapi hal ini akan dituliskan di tulisan berikutnya, kalau sempat
. Nikmati sajalah sedikit hasil jepretan kamera selama di RCTI
.

















WOW!
tuh
what an experience
seruuu bener
belum oernah masuk studio tipi begitu
manteps
Wew… mangstab gak ngajak2