1 Comment

Tembok batu yang tinggi

Brick Wall - ortizmj12 @ Flickr

Sejujurnya sekarang sedang butuh suntikan semangat untuk skripsi. Satu minggu ini hampir setiap hari diisi dengan kegiatan ngulik di depan laptop. Seperti setiap perjuangan lainnya, pasti ada tantangan yang menghadang. Mulai dari adik yang stres dalam rangka persiapan SNMPTN (semoga keterima di universitas yang baik ya :D), modem yang rusak tersambar petir, laptop yang rusak, pembangunan di depan rumah, dan puluhan gangguan minor lainnya yang tidak layak disebutkan di sini. Kalau dirangkum : kepala pusing karena banyak pikiran dan kondisi fisik yang sedang tidak optimal.

Jelas banyak pencerahan! Kemajuan penelitian di satu minggu ini lebih besar daripada dua bulan kemarin, yang diisi dengan kegiatan proyekan demi menambah pengalaman dan membeli ponsel sebagai pengganti ponsel lama, yang keadaannya mengenaskan, sekaligus sebagai alat percobaan penelitian. Namun, entah kenapa semangat yang menggebu-gebu itu sedikit turun karena gangguan-gangguan kecil tadi. Ironisnya, tembok yang paling tinggi dari semua gangguan tadi adalah diri sendiri yang masih setengah-setengah mencintai bidang pemrograman.

Berhubung barusan saya menyebut-nyebut tentang tembok, ada satu kutipan tentang tembok yang saya sukai :

“The brick walls are there for a reason. The brick walls are not there to keep us out. The brick walls are there to give us a chance to show how badly we want something. Because the brick walls are there to stop the people who don’t want it badly enough. They’re there to stop the other people.” — Randy Pausch

Berikut adalah terjemahan bebas dari kutipan tersebut :

“Tembok itu ada untuk suatu alasan. Tembok tersebut ada di sana bukan untuk mencegah kita masuk. Tembok itu ada di sana untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan seberapa besar keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu. . Karena tembok tersebut ada untuk mencegah orang-orang yang tidak memiliki kemauan yang cukup. Mereka ada untuk menghentikan orang lain.” – Randy Pausch.

Rasanya saya perlu sekali lagi menamatkan buku The Last Lecture karya Randy Pausch. Banyak sekali pengalaman kehidupan beliau yang menginspirasi. Bahkan saat menuliskan kutipan di atas, rasanya ada semangat baru yang muncul :D. Rasanya lebih mantap jika tulisan ini ditambah dengan beberapa kutipan inspiratif lainnya.

“It’s not about how to achieve your dreams, it’s about how to lead your life, … If you lead your life the right way, the karma will take care of itself, the dreams will come to you.” — Randy Pausch

“You may not want to hear it, but your critics are often the ones telling you they still love you and care about you, and want to make you better. ” — Randy Pausch

“Cultivate an attitude of happiness. Cultivate a spirit of optimism. Walk with faith, rejoicing in the beauties of nature, in the goodness of those you love, in the testimony which you carry in your heart concerning things divine.”— Gordon B. Hinckley

Setelah dilihat-lihat sedikit, sepertinya foto di bagian atas terkesan sedikit negatif. Yah, iseng-iseng saja menambahkan sedikit kalimat di foto tersebut : Ternyata ada syarat non-derivative works di lisensinya, jadi foto yang sudah ditambah dihapus saja :D.

Memang, salah satu cara mengembalikan kepenatan kita pada suatu kegiatan adalah dengan melaksanakan kegiatan lain, dalam kasus ini, ngeblog :D. Semoga akhir Juni skripsi sudah selesai dengan mantap, amin.

Kutipan Penutup

Sumber gambar :

Brick Wall oleh ortizmj12 @ Flickr

About these ads

One comment on “Tembok batu yang tinggi

  1. Nice post, semangat menembus dinding2 penghalang :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: