The Man Who Loved Books too Much

Judul Buku :The Man Who Loved Books too Much, Kisah nyata tentang Seorang Pencuri, Detektif, dan Obsesi pada Kesusastraan
Pengarang : Allison Hoover Bartlett
Penerbit : alvabet

“Apa yang sanggup kaulakukan demi cintamu pada buku?
Bagi John Charles Gilkey, jawabannya : masuk penjara.”

The Man Who Loved Books to Much menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi di dunia kesusastraan. Buku ini menceritakan pengalaman sang pengarang dalam menelusuri kisah seorang pencuri buku. Pencuri buku tersebut bernama John Charles Gilkey.

Ada beberapa hal yang menarik dalam buku ini. Sebut saja penggambaran dari tokoh Gilkey dan Ken Sanders, seorang bibliodick*, yang digambarkan dengan apik. Watak Gilkey sebagai seorang pecinta buku digali secara mendalam. Alur pikirannya saat mencuri, sifatnya, bahkan modus operasi Gilkey saat mencuri berhasil diceritakan dengan baik oleh Allison. Beberapa perkataan Gilkey bahkan dapat membuat anda tertawa saat membacanya🙂. Di satu sisi, tokoh Ken Sanders memberikan pandangan dari sudut yang berbeda. Jika Gilkey mewakili dari sudut pandang pencuri, Sanders mewakili para pemiliki toko buku yang menjadi korban Sanders.

Selain tentang Gilkey dan Sanders, Allison berhasil menggambarkan dunia buku dengan cermat. Dunia perdagangan buku, gairah para kolektor sampai bibliomania dalam mendapatkan buku, bahkan unsur romansa dari buku digambarkan dengan baik. Wawancara dengan praktisi di dunia buku memperlengkap gambaran tersebut. Penggambarannya sangat baik, sehingga mungkin saja pandangan anda tentang buku mulai berubah setelah membaca buku ini (selalu mengincar buku cetakan pertama, misalnya :mrgreen:).

Poin lain yang pantas disorot adalah kualitas fisik dari buku ini. Edisi Indonesianya pun menggunakan kertas yang berkualitas cukup tinggi. Kertasnya tebal namun ringan, mirip seperti kertas yang dipakai pada beberapa novel impor. Tentu saja kualitas harus dibayar dengan harga yang sedikit lebih tinggi, Rp59.000,-.

Satu-satunya kekurangan dari buku ini adalah jumlah halamannya yang tidak kurang banyak🙂, hanya 282 halaman. Tapi ke-282 halaman tersebut memberikan pengalaman yang luar biasa di tiap lembar halamannya.

Jadi, apa hal paling gila yang pernah anda lakukan demi buku?

*bibliodick : penjual buku merangkap detektif

Posted in Uncategorized

8 thoughts on “The Man Who Loved Books too Much

    1. Resensinya atau bukunya🙂
      Kalau resensinya masih pake bahasa Indonesia.
      Tapi kalau bukunya, aslinya memang berbahasa Inggris. Kebetulan yang saya baca yang edisi Indonesia *selisih harganya lumayan jauh*:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s