Kajian Usability Cerpenista.com (Bagian 1 dari 4)

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas akhir Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Penulis hanya melakukan kajian terhadap faktor usability (kegunaan) dari antarmuka situs cerpenista.com

Tulisan ini terdiri dari empat bagian, yaitu :
Bagian 1 : Pendahuluan
Bagian 2: Evaluasi Heuristik Poin 1 – 5
Bagian 3: Evaluasi Heuristik Poin 5 – 10
Bagian 4: Penutup

Pendahuluan

Usability

Menurut Jakob Nielsen, “Raja Usability”, usability adalah atribut kualitas untuk mengukur seberapa mudah suatu antarmuka digunakan. Usability didefiniskan oleh lima komponen kualitas, yaitu :

  • Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan kegiatan (task) utama pada saat mereka pertama kali bertemu antarmuka tersebut?
  • Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
  • Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka, setelah lama tidak menggunakannya, seberapa mudahkah mereka terbiasa kembali dengan antarmuka tersebut?
  • Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan apakah pengguna dapat dengan mudah menangani kesalahan tersebut?
  • Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna dengan suatu antarmuka?

Usability diperlukan suatu situs untuk bertahan hidup. Jika suatu situs sulit untuk digunakan, pengguna pergi. Jika halaman utama tidak dapat menjelaskan hal yang ditawarkan suatu situs, pengguna pergi. Jika pengguna ‘tersesat’ di suatu situs, mereka pergi. Jika informasi pada situs sulit dipahami, pengguna pergi.

Di dunia maya, pengguna sangat mudah meninggalkan sebuah situs yang menurut mereka sulit untuk digunakan. Kenapa? Karena masih banyak situs lain yang menawarkan fungsi sama.

Poinnya adalah, jika situs anda memenuhi kriteria usability yang baik (usable), pengguna akan dapat menggunakan situs anda dengan mudah. Dan kemudahan adalah awal yang sangat baik bagi suatu situs.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai usability dari suatu antarmuka. Salah satu yang populer adalah evaluasi heuristik (heuristic evaluation) yang dikembangkan oleh Jakob Nielsen.

Evaluasi Heuristik

Kajian terhadap antarmuka Cerpenista akan dilakukan dengan metode evaluasi heuristik. Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).

Menurut Nielsen, ada sepuluh prinsip heuristik yang dapat digunakan, yaitu :

  • Visibility of system status : Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada system.
  • Match between system and the real world :Sistem harus ‘berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata,frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
  • User control and freedom : Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
  • Consistency and standards : Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
  • Error prevention : Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan system. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
  • Recognition rather than recall : Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
  • Flexibility and efficiency of use : Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
  • Aesthetic and minimalist design : Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
  • Help users recognize, diagnose, and recover from errors : Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
  • Help and documentation : Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan system.

Cerpenista

Cerpenista adalah aplikasi web untuk menulis cerpen secara beramai-ramai. Anda dapat melanjutkan cerpen yang telah ditulis sebelumnya oleh pengguna lain. Anda juga dapat membuat sebuah cerpen untuk dilanjutkan oleh pengguna lain. Cerpen, pada akhirnya, bisa saja menuju ke alur yang tidak disangka-sangka. Konsep menulis cerita seperti inilah yang memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna cerpenista.

Tulisan selanjutnya akan membahas hasil evaluasi heuristik cerpenista.com

Tulisan Selanjutnya :Bagian 2: Evaluasi Heuristik Poin 1 – 5

9 thoughts on “Kajian Usability Cerpenista.com (Bagian 1 dari 4)

  1. yang bikin cerpenista.com auzi?
    bisa bkin cerpen di internet, seru juga..apalagi bisa nyambungin…jadi ngaco deh critana..hehe..
    nice idea…

    1. Lah, bukan saya yang buat..
      Ini ada tugas kuliah untuk mengkaji antarmuka situs.
      Kebetulan saya dapat cerpenista…

      Cerpenista gokil..
      Cerita Harry Potter bisa berubah 180 derajat :p

  2. Wah, Auzi udah mulai menulis… biarpun cuma Pendahuluan, tapi kerangka nulisnya udah keliatan😄
    Lanjutkan, Zi! saya malah belum memulai apa2, masih mengandalkan kertas coret2an *sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s