Kualitas Terjemahan Buku

Ada satu hal yang membuat sebuah buku yang menarik menjadi membosankan untuk dibaca : kualitas terjemahan yang buruk.

Seorang penerjemah ditantang untuk berpikir seperti sang pengarang. Hasil terjemahan harus tetap memiliki ciri khas dari pengarang. Gagasan pengarang paling tidak masih dapat dipahami oleh pembaca. Untuk kasus buku teknis dan referensi, sebaiknya penerjemah memahami bidang ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.

Humor is the first gift to perish in a foreign language.
Virginia Woolf

Tantangan lainnya adalah masalah budaya dan bahasa. Ada kata, idiom, istilah, dan candaan yang sulit dicari padanannya yang tepat. Jika penerjemah salah memilikih, pembaca akan kebingungan memahami makna dari suatu kalimat. Terkadang senyum-senyum sendiri saat membayangkan Stephen Hawking menggunakan kata ‘baheula’ dalam bukunya:mrgreen:.

Untungnya, tidak banyak buku yang kualitas terjemahannya buruk. Banyak penerjemah berkualitas di Indonesia. Sebut saja sosok Ali Audah yang menerjemahkan Sejarah Hidup Muhammad. Tentu saja masih banyak penerjemah berkualitas lainnya, hanya saja saya tidak terlalu mengetahui sosok mereka. Maklum, saya bukan orang yang bergelut di bidang sastra.

Semoga kualitas penerjemah di Indonesia bisa lebih baik. Masih banyak buku asing berkualitas yang belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia😀.

For the version of this CD released in Japan, a translation of the English lyrics is included, but there are lots of places where meanings are lost in the process of translation.
Utada Hikaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s