Hunger Games

Hunger Games

“Deep in the meadow, hidden far away
A cloak of leaves, a moonbeam ray
Forget your woes and let your troubles lay
And when it’s morning again, they’ll wash away
Here it’s safe, here it’s warm
Here the daisies guard you from every harm
Here your dreams are sweet and tomorrow brings them true
Here is the place where I love you.”
-Katniss Everdeen

Di masa depan,  di wilayah Amerika Utara berdiri sebuah negara bernama Panem. Negara Panem terdiri dari tiga belas distrik dan sebuah ibukota yang disebut sebagai Capitol.Pada suatu waktu, ketiga belas distrik melakukan pemberontakan terhadap Capitol. Karena teknologi Capitol yang superior, pemberontakan berhasil digagalkan, distrik ketiga belas dihancurkan, dan distrik lainnya diberikan hukuman berupa Hunger Games.

Setiap tahunnya, setiap distrik diwajibkan mengirimkan seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan untuk bertanding di Hunger Games. Dua puluh empat orang dari dua belas distrik akan bertanding, saling membunuh, hingga hanya tersisa satu orang peserta. Dia yang bertahan hidup sampai akhir akan menjadi pemenang Hunger Games dan mendapatkan kekayaan yang luar biasa.

“Winning means fame and fortune.
Losing means certain death.
The Hunger Games have begun…”

Di distrik dua belas, distrik pertambangan batubara, tinggal seorang pemudi bernama Katniss Everdeen. Katniss adalah seorang pemburu yang handal dan memiliki kemampuan memanah yang baik. Katniss harus menghidupi ibunya dan adiknya, Prim, setelah ayahnya meninggal akibat kecelakaan di tambang batubara.

Akhirnya tibalah hari penentuan peserta Hunger Games. Nama-nama dimasukkan dan diundi untuk menjadi peserta. Ketika nama peserta perempuan dibacakan, Katniss tak pernah menyangka nama adiknya lah yang terpilih. Ia pun langsung maju menggantikan adiknya untuk dikirim ke Hunger Games. Katniss dan Peeta, peserta pria, secara resmi mewakili distrik kedua belas dalam Hunger Games. Sejak saat itulah kedua remaja tersebut akan mengalami petualangan yang berat, penuh air mata dan darah.

“Katniss, the girl who was on fire”
-Cinna

Kekuatan buku, selain pada cerita, jatuh pada penggambaran karakter yang mengesankan. Tokoh Katniss dapat dipastikan mendapatkan simpati dari semua pembaca. Pemudi berusia enam belas tahun bermata abu-abu ini akan menggetarkan pembaca. Terutama pada beberapa adegan pada Hunger Games. Walaupun digambarkan sebagai tokom yang dingin, Katniss memiliki pesona tersendiri yang memberi warna pada buku ini. Tokoh utama perempuan yang sangat sulit untuk dilupakan.

“She has no idea. The effect she can have”
-Peeta Mellark

Satu lagi nilai tambah dari Hunger Games adalah, ini adalah buku pertama dari Trilogi Hunger Games:mrgreen:. Buku kedua berjudul Catching Fire telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Buku ketiga berjudul Mockingjay yang, ketika tulisan ini dibuat, belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Semoga adaptasi layar lebarnya, jika ada, tidak mengecewakan.

“Only I keep wishing I could think of a way to…to show the Capitol they don’t own me. That I’m more than just a piece in their Games”
-Peeta Mellark

Sukses hat-trick tiga tulisan resensi dalam satu hari

6 thoughts on “Hunger Games

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s