Mockingjay

Mockingjay

Setelah membaca Catching Fire, saya berharap Mockingjay manjadi novel penutup yang luar biasa. Kisah mengenai para pemberontak, dengan Mockingjay sebagai simbolnya, yang berhasil menggulingkan kekuasaan Presiden Snow dan setelah itu hidup dengan bahagia. Namun, bukan itu yang saya dapatkan.

Suram. Itulah kesan yang akan didapat saat membaca buku penutup trilogi Hunger Games ini. Buku ini tentang perang, Bung. Tapi bukan perang dari sudut pandang seorang Silvester Stallone. Ada banyak kematian, kesedihan, dan kebiasan benar atau salah. Tapi yang harus menanggung beban tersebut bukan seorang prajurit perkasa. Yang harus menanggung beban tersebut adalah seorang gadis remaja bernama Katniss Everdeen.

Pada Catching Fire, diceritakan bahwa Peeta Mellark ditangkap dan Distrik Dua Belas diporak-porandakan oleh Capitol. Mockingjay dibuka dengan adegan Katniss yang berjalan-jalan di reruntuhan Distrik Dua Belas. Semua bangunan, kecuali Desa Pemenang, dihancurkan. Sebagian besar warga Distrik Dua Belas meninggal sementara sisanya, termasuk keluarga Katniss dan Gale, harus mengungsi ke Distrik Tiga Belas.

Mockingjay berfokus pada pemberontakan yang terjadi di negara Panem. Pemberontakan, yang secara tidak sengaja disulut oleh Katniss, sekarang sudah menyebar ke seluruh distrik di Panem. Pasukan pemberontak, yang dipimpin oleh Distrik Tiga Belas, meminta Katniss untuk menjadi Mockingjay, simbol perlawanan terhadap kekuasaan Capitol.

“President Snow says he’s sending us a message? Well, I have one for him. You can torture us and bomb us and burn our districts to the ground, but do you see that? Fire is catching! And if we burn, you burn with us!”

Membaca Mockingjay berarti anda harus siap untuk tertawa, menangis, dan terdiam. Tertawa, karena memang ada adegan yang mengundang gelak tawa, yang entah kenapa selalu berhubungan dengan Haymitch. Menangis, karena banyak sekali tokoh yang gugur dalam buku ini, terutama tokoh *sensor* yang kematiannya bahkan meruntuhkan jiwa Katniss. Terdiam, karena banyak sekali kejadian yang tidak diduga dalam buku ini.

Mockingjay memang bercerita tentang perang, tapi bukan kisah seorang pahlawan yang hidup bahagia setelah perang usai. Mockingjay bercerita tentang luka yang timbul karena perang, yang tetap terasa bertahun-tahun setelah perang itu berakhir. Secara keseluruhan, ketiga buku Hunger Games tidak diperuntukkan untuk pembaca muda, karena ceritanya yang berat.

3 thoughts on “Mockingjay

  1. Kalau dari yang saya lihat rata-rata rating dan penilaian buku Mockingjay terbagi jadi 2, entah yang suka banget atau yang bt berat. Katniss berubah total, apalagi bagian awal-awal. Saya sih tidak terlalu masalah melihat cobaan yang ia alami, tapi hubungan emosional dengan Gale seakan putus total, yah memang sudah disetting sejak awal kali kalau Katniss bakal jadian dengan Peeta. Sebelnya yang meninggal itu banyaknyaaašŸ˜¦ dan tak terduga pulak. Mau nyebut nama takut spoiler :p

    1. Saya sendiri malah bingung harus mendukung Gale atau Peeta, terserah Katniss saja hehehe… Tapi memang putusnya persahabatan Gale dengan Katniss sangat tiba-tiba, dan Gale cuek-cuek aja lagi..

      Dan untuk yang meninggal itu, itu benar-benar momen yang membuat merinding sejak kemarian Rue di buku pertama. Benar-benar tidak disangka-sangka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s