The War of the Worlds

The War of the Worlds

The War of the World ditulis oleh HG Wells dan diterbitkan pada tahun 1898. Novel ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, The Coming of the Martians, menceritakan kedatangan alien dari Mars ke Bumi, khususnya Inggris, sedangkan bagian kedua, The Earth under the Martians, menceritakan kondisi Inggris pasca kedatangan alien. The War of the World mengambil sudut pandang orang pertama, seorang narator yang namanya tidak pernah disebutkan dalam buku ini.

“Yet across the gulf of space, minds that are to our minds as ours are to those of the beasts that perish, intellects vast and cool and unsympathetic, regarded this earth with envious eyes, and slowly and surely drew their plans against us.”

Cerita diawali dengan narator kita yang berada di sebuah observatorium. Si Narator, melihat ledakan-ledakan kecil yang terjadi di planet Mars, yang pada saat itu menjadi topik hangat di masyarakat ilmiah. Beberapa hari kemudian, sebuah benda asing jatuh di daerah Horsell Woking, sebelah barat daya kota London. Yang tidak disangka oleh orang-orang adalah benda tersebut adalah kendaraan perang milik makhluk Mars, yang mulai bergerak dan melakukan invasi di Inggris.

Adegan yang paling berkesan di buku ini adalah adegan dimana kapal perang Inggris bernama Thunder Child bertempur melawan tripod-tripod dari Mars. Saat para pengungsi, termasuk narator berusaha mengungsi dengan menyebrangi lautan, tiga buah tripod muncul dan menyerang kapal-kapal pengungsi. Namun, sebelum kerusakan yang lebih parah terjadi, kapal perang Inggris, Thunder Child, bertempur dan melindungi kapal para pengungsi.

It was the torpedo ram, Thunder Child, steaming headlong, coming to the rescue of the threatened shipping.”

Martians vs Thunder Child (Henrique Alvim Correa, wikipedia)

Karena, Thunder Child tidak menembakkan meriamnya, tripod dari Mars tidak langsung menyerangnya. Alih-alih, dengan diam dan waspada, Thunder Child menabrakkan dirinya ke salah satu tripod, yang langsung meluluhlantahkan salah satu tripod. Setelah rekannya hancur, kedua tripod lainnya langsung menembakkan heat ray mereka pada Thunder Child. Walaupun rusak parah, Thunder Child masih mampu menembakkan meriamnya dan, sebagai usaha terakhir, menabrakkan dirinya ke salah satu tripod kedua, yang menghancurkan tripod tersebut sekaligus dengan Thunder Child. Aksi yang dilakukan oleh Thunder Child memberikan kerusakan yang paling signifikan pada pihak alien sepanjang buku ini. Sayangnya, di versi layar lebar, adegan kapal Thunder Child dihilangkan.

Pada saat saya membaca buku ini, entah kenapa menurut saya pribadi cerita di buku ini terlalu datar. Mungkin karena pada saat ini sudah banyak buku dan film yang mengambil tema invasi makhluk asing, yang tentu saja digambarkan dengan lebih modern. Apalagi saya sudah menonton versi layar lebar dari The War of the Worlds (2005) yang dibintangi oleh Tom Cruise.

Namun, kita coba untuk kembali ke masa novel ini pertama kali diterbitkan. Tema invasi alien masih baru waktu itu. Versi cetak novel ini, dan siaran radionya, sempat menimbulkan kehebohan di penjuru Inggris, karena banyak orang yang menyangka invasi tersebut benar-benar terjadi. Pada akhirnya, sejak The War of the Worlds terbit, banyak penulis yang mengeksplorasi tema fiksi ilmiah dan invasi makhluk asing. Pengaruh yang besar inilah yang menyebabkan HG Wells dijuluki sebagai The Father of Science Fiction, bersama Jules Verne dan Hugo Gernsback.

2 thoughts on “The War of the Worlds

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s